Desa Loce berada di wilayah kecamatan Sahu Timur letaknya sangat strategis antara desa Idam Gamlamo dan Desa Loce. Dahulu Desa Loce masuk wilayah sahu akan tetapi setelah adanya pemekaran kecamatan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Halmahera Barat No 03 tahun 2008 terjadi pembagian wilayah dan desa Loce masuk diwilayah pemerintahan Sahu Timur.
Masyarakat desa Loce, kehidupannya berpindah berdasakan peradaban dan kondisi desa saat itu, sehingga nama atau tempat tinggal orang Loce juga berubah-ruba, tetapi orang atau warganya yang sama. Nama-nama desa sebelum adanya desa Loce namanya :
- On Makie artinya On nama orang makie gunung, jadi perempuan tersebut tinggal diatas gunung Suaminya bernama Sutranain
- Kie Gam Konora artinya Kampung Gamkonora
- Sour Siwor artinya tujuh lapisan gunung yang berderatan,
- Sae Lulu artinya tengkorak terguling-guling dimana waktu itu terjadi pembunuhan dan banyak kepala yang terguling ditempat itu,
- Talaga Rano, talaga artinya bekas gunung tenggelam menjadi danau, Rano adalah nama orang perempuan dimana saat itu ia meninggal dan bangkainya terdampar di Talaga, sehingga dinamakan Talaga Rano, yang terletak diwilayah Sahu, sebelah barat Transmigrasi Goal (Golago Kusuma)
- Ngaraa artinya waktu bagi perempuan untuk datang bulan (turun hait)
- Tabesang
- Biciloli I artinya tempat tinggal pertama
- Biciloli II artinya nama kampung yang kedua
- Biciloli III/cempaka nama tempat tinggal ketiga, sekarang kampung capaka didiami oleh orang Capaka berada di wilayah Sahu Timur,
- Soa Raha artinya empat kampung,
- Biciloli artinya kembali ulang ke Kampung Biciloli setelah beberapa kali berpindah.
- Anger/Talai artinya banyak tanah putih,
- Tou Aos artinya Peperarangan para Kale dengan Portugis,
- Wanger artinya Matahari terbit,
- Bortutu artinya daerah tersebut berkunang-kunang (bekilauw-kilauwan),
- Lelet artinya Tali Siri,
- Lelewi artinya kayu lelewi berdaun lebar tegak lurus dan bercarang panjang, dan yang terakhir
- Loce artinya Tukang Goyang atau Cubit kepala orang. Menurut sejarah singkat adat dan budaya Loce, Dimasa desa Dous Anger-Anger/Talai pernah menggoyang kepala orang atas perintah Sultan Ternate.[1] Yang memberi nama Desa Loce adalah Sangaji (Camat Fara).[2] Dari 19 Desa tersebut dijuluki kedalam tiga nama desa kualifikasi sebagai berikut:
1. Nomor 1 s/d 8 nama tempat tinggal disebut Sunyuu
2. Nomor 9 s/d 13 nama tempat tinggal disebut Dous
3. Nomor 14 s/d 19 disebut Gam semuanya disebut (desa).[3]
[1] Sumber, Baca Sejarah Singkat Desa Loce, Tahun 2010, Halaman atau lembar ke empat.
[2] Suber, Sejarah singkat Desa Loce, yang diringkas oleh kelompok Masyarakat Pelestaria BuTalaga Rawi, Desa Loce, Sahu Timur, Tahun 2010, yang disahkan oleh Kepala Desa Alex Straubun. Lembar ke empat.
[3] Ibid